Pengelolaan Kawasan Sendang Sono berwawasan Masyarakat

Singgih Hapsoro

Abstract


Kawasan Sendangsono menjadi salah satu tempat peziarahan favorit umat Katolik di Indonesia, yang berupa sebuah gua buatan didalamnya terdapat patung perwujudan Bunda Maria , Gereja Promasan dan lintasan Jalan Salib yang menghubungkan Gereja dengan Gua Maria. Pesatnya pembangunan serta daya tarik ekonomi  menimbulkan permasalahan yang dapat membahayakan dan mengancam kelestarian sumberdaya budaya kawasan Sendangsono. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan  pengelolaan Kawasan Sendangsono yang berwawasan masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengelolaan Kawasan Sendangsono saat ini. Kajian yang dilakukan adalah kajian berwawasan masyarakat, yaitu kajian pengelolaan yang  memperhatikan nilai dan makna budaya, baik yang berwujud benda maupun tak benda dan peran serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan  Kawasan Sendangsono sudah sangat baik, terbukti dengan kepuasan para pengunjung yang datang ke Kawasan Sendangsono. Keterlibatan masyarakat hanya sebatas kegiatan insidentil, belum menyentuh sisi manajemen. Hal inilah yang perlu diperhatikan dalam rangka Pengelolaan Kawasan Sendangsono yang berwawasan masyarakat.


Keywords


Kawasan Sendangsono; berwawasan masyarakat; stakeholder; pemanfaatan

Full Text:

PDF

References


Agustiati, Rina.,2004.”Perubahan Ruang Permukiman di Sekitar Kawasan Wisata Ziarah Makam Bung Karno, Blitar”, Tesis,Yogyakarta: Prodi Magister Perencanaan Kota dan Daerah Kelompok Bidang Ilmu Teknik.

Atmosudiro, Sumijati, 2004,”Manajemen Benda Cagar Budaya dalam Era Otonomi Daerah”, dalam Buletin Amoghapasa, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar.

Fisher, Simon dkk, 2001.”Mengelola Konflik:Ketrampilan dan Strategi untuk Bertindak”. Terjemahan oleh S.N. Kartikasari. Jakarta : The British Council.

Hardjasoemantri, Koesnadi. 1977. Hukum Tata Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Parikesit, D.1998., “ Pelatihan Metode Pariwisata”. Yogyakarta.

Pengurus Peziarahan Sendangsono, 2009., “Ziarah Ke Gua Maria Loudes Sendangsono”, Sleman, Pitulast Production.

Sindhunata, GP (ed), “Mengasih Maria, 100 Tahun Sendangsono”, Penerbit Kanisius, 2004

Sumanto, 1995. “Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan”, Yogyakarta: Penerbit Andi

Offset.

Tanudirjo, Daud Aris., Tjahjono Prasodjo, Susetyo Edy Yuwono, D.S. Nugraheni, 1994. Kualitas Penyajian Warisan Budaya Kepada Masyarakat: Studi Kasus Menejemen Sumberdaya Budaya Candi Borobudur. Yogyakarta: PAU UGM.






Copyright (c) 2019 Tumotowa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JURNAL TUMOTOWA INDEXED BY:

 

 



 


Copyright of Jejak-jejak Arkeologi(e-ISSN xxxx-xxxx p-ISSN 1411-1055). Powered by OJS. Designed by Mujabuddawat.

    Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.