BIARA BAHAL DAN BIARA SIPAMUTUNG, PENINGGALAN KEPURBAKALAAN MASA KLASIK INDONESIA DI KAWASAN PADANGLAWAS, SUMATERA UTARA

Lucas Partanda Koestoro

Abstract


Di kawasan Padanglawas, Sumatera Utara banyak peninggalan dari masa klasik Indonesia. Dua di antaranya adalah Biara Bahal dan Biara Sipamutung. Penelitian tentang keberadaannya telah dilakukan sejak masa pemerintahan Hindia Belanda dan pada masa sesudah kemerdekaan Indonesia. Kemudian, penelitian dilakukan  lebih intensif sebagai upaya pemugaran dan pelestarian objek kepurbakalaan di kawasan ini. Hasilnya memperlihatkan pengenalan akan masa pendirian dan penggunaannya, latar belakang keagamaan yang melatarbelakangi pembangunannya, serta kaitannya dengan aktivitas perdagangan yang memanfaatkan aliran sungai yang bermuara ke Selat Malaka.


Keywords


kawasan Padanglawas; biara; Sungai Barumun

Full Text:

PDF

References


Andaya, Leonard Y, 2002. The Trans-Sumatera trade and the etnicization of the Batak, dalam Bijdragen tot de Taal, Land en Volkenkunde (BKI) 158-3/2002. Leiden: Koninklijk Instituut Voor Taal, Land En Volkenkunde (KITLV), hal. 367--409

Koestoro, Lucas Partanda et al., 2001. Biaro Bahal, Selayang Pandang. Medan: MAPARASU

Koestoro, Lucas Partanda, Nenggih Susilowati & Ketut Wiradnyana, 2012. Pemetaan Benteng dan Biara Sipamutung di Kawasan Padanglawas, Sumatera Utara, dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 27. Medan: Balai Arkeologi Medan, hal. 1--31

Mulia, Rumbi, 1980. The Ancient Kingdom of Panai and the Ruins of Padang Lawas (North Sumatra), dalam Bulletin of the National Research Centre of Archaeology of Indonesia, Number 14. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Schnitger, FM, 1936. Oudheidkundige Vondsten in Padang Lawas. Leiden: EJ Brill

Setianingsih, Rita Margaretha, 2001. Vairocana dan Amitabha, Emanasi Buddha Di PadangLawas, Sumatera Utara, dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala No. 09. Medan: Balai Arkeologi Medan, hal. 91--100

Setianingsih, Rita Margaretha & Sri Hartini, 2002. Prasasti Koleksi Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara. Medan: Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

Simanjuntak, Truman eds., 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional

Suhartono, Yudi, 2001. Candi Si Pamutung, Arsitektur Masa Kerajaan Pannai, dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala No. 09. Medan: Balai Arkeologi Medan, hal. 107--117

Sulaiman, Satyawati, 1976. Survai Sumatra Utara, dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 4. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

---------------, 1985. Peninggalan-Peninggalan Purbakala di Padang Lawas, dalam Amerta No. 2. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, hal. 23--37

Susilowati, Nenggih, Ketut Wiradnyana & Lucas Partanda Koestoro, 2000, Laporan Penelitian Arkeologi. Penelitian Arkeologi Di Tempuran Sungai Barumun dan Batang Pane Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Medan: Balai Arkeologi Medan (tidak diterbitkan)

Susilowati, Nenggih, 2001. Benteng Tanah, Bidangan, dan Penataan Ruang di Kompleks Kepurbakalaan Si Pamutung, Padang Lawas, dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala No. 9. Medan: Balai Arkeologi Medan, hal. 68--81

Utomo, Bambang Budi & M Fadhlan S Intan, 1998. Padang Lawas, Barus dan Kota Cina: Sebuah Analisis Pendahuluan Kajian Wilayah di Sumatera Utara, dalam Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi 1998 di Cipayung, Jawa Barat.






Copyright (c) 2019 Tumotowa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JURNAL TUMOTOWA INDEXED BY:

 

 



 


Copyright of Jejak-jejak Arkeologi(e-ISSN xxxx-xxxx p-ISSN 1411-1055). Powered by OJS. Designed by Mujabuddawat.

    Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.