GEOLOGI SITUS LAHAN BASAH SAKA KAWANG, KABUPATEN PULANG PISAU, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Authors

  • Fadhlan Intan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

DOI:

https://doi.org/10.24832/tmt.v2i1.29

Keywords:

arkeologi lahan basah, jejak sungai lama, situs Saka Kawang

Abstract

Saka Kawang merupakan daerah rawa yang dalam arkeologi disebut arkeologi lahan basah. Daerah itu adalah suatu wilayah pemukiman abad ke-14 hingga abad ke-15 Masehi. Lokasi penelitian difokuskan di wilayah Saka Kawang, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Tulisan ini membahas kondisi lingkungan geologi, yang mencakup bentuk bentang alam dan pola aliran serta posisi dan hubungan sungai lama dengan Sungai Kahayan. Tujuan pemetaan jejak sungai lama adalah mencari hubungan sungai-sungai lama dengan sungai-sungai yang hingga kini masih mengalir. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, survei, analisis peta, pemetaan jejak sungai lama. Wilayah penelitian termasuk dalam satuan morfologi dataran, dengan ketinggian 2-10 meter di atas permukaan air laut. Stadia sungai dewasa-tua, stadia sungai tua, sungai periodik/permanen dan sungai episodik/intermittent. Tersusun oleh aluvial yang berumur Holosen, dan mengalami gangguan struktur geologi berupa sesar geser. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sungai lama diperkirakan menyambung dengan Sungai Kahayan.

References

Army Map Service 1956 Peta Topografi Lembar SA 50-9 (Amuntai) Series T503 Edition 1-AMS, Indonesia 1:250.000.

Billing, M.P., 1972 Structural Geology. Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliggs, New Jersey.

BPS, 2016 Kabupaten Pulang Pisau Dalam Angka 2016. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pulang Pisau.

Cahyaningtyas N. Yuka, 2012 Potensi Pemukiman Di Handil Saka Kawang, Kalimantan Tengah. Naditira Widya Vol.6 No.2/2012. Hal.142-152. Balai Arkeologi Banjarmasin.

Cassel,.D.K., 1997 Foreword. In: Aquic Conditions and Hydric Soils: The Problem Soil. Editors: Vepraskas and Sprecher. SSSA Special Publication. Number 50.h vii.

Desaunettes, J R. 1977. “Catalogue of Landforms for Indonesia": Examples of a Physiographic Approach to Land Evaluation for Agricultural Development.” Unpublished. Bogor: Trust Fund of the Government of Indonesia Food and Agriculture Organization.

Heryanto R., Sanyoto P., 1994 Peta Geologi Lembar Amuntai, Kalimantan. Deptamben, Ditjend..Sumberdaya Mineral, P3G , Bandung.

Intan S. Fadhlan. M., 2012 Geologi Situs Saka Kawang, Kab. Pulang Pisau, Prov. Kalimantan Tengah. Bagian Laporan Penelitian Arkeologi (LPA) Balai Arkeologi Banjarmasin.

Intan S. Fadhlan. M., 2017 AIR SUGIHAN: Jejak Sungai Lama Di Lahan Basah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Jarvis, A., H.I. Reuter, A. Nelson, dan E. Guevara. 2008 Hole-filled seamless SRTM data V4. Center for Tropical Agliculture (CIAT).

Lobeck, A.K., 1939 Geomorphology. McGraw-Hill Book Company, Inc., New York and Company.

Maltby., E. 1986 Waterlogged Wealth. An Earthscan Paperback, London. 200pp.

Ramsar Convention Secretariat, 2013. The Ramsar Convention Manual: a guide to the Convention on Wetlands (Ramsar, Iran, 1971), 6th ed. 2013. Ramsar Convention Secretariat, Gland, Switzerland. http://www.ramsar. org/sites/default/files/documents/library/manual6-2013-e.pdf. 30 Juni 2017.

Thornbury, W.D., 1964 Principle of Geomorphology. New York, London, John Wiley and sons, inc.

Todd D.K., 1980 Groundwater Hidrology. John Wiley & Sons Inc, New York.

Wijaya Truman, 2009 Inventarisasi Gambut Di Daerah Pangkoh Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Prosiding Hasil Kegiatan Lapangan Pusat Sumber Daya Geologi Tahun 2009. Buku-1: Bidang Energi. Hal. 371-388.

Published

2019-07-01

Issue

Section

Articles