Kajian Pendahuluan Temuan Struktur Bata di Sambimaya, Indramayu

Authors

  • Nanang Saptono Balai Arkeologi Jawa Barat
  • Endang Widyastuti Balai Arkeologi Jawa Barat
  • Pandu Radea Yayasan Tapak Karuhun Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.24832/tmt.v3i2.65

Keywords:

brick, structure, orientation, profane

Abstract

Brick has been used for buildings for a long time. In the area of Sambimaya Village,
Juntinyuat District, Indramayu, a brick structure has been found. Based on these findings, a
preliminary study is needed for identification. The problem discussed is regarding the type
of building, function, and timeframe. The brick structure in Sambimaya is located in several
dunes which are located in a southwest-northeastern line. The technique of laying bricks in
a stack without using an adhesive layer. Through the method of comparison with other
objects that have been found, it was concluded that the brick structure in Sambimaya was a
former profane building dating from the early days of the spread of Islam in Indramayu
around the 13th - 14th century AD.

References

Achdan, A., & Sudana, D. (1992). Peta Geologi Lembar Indramayu, Jawa. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Cortesao, A. (1967). The Suma Oriental of Tome Pires. London: The Hakluyt Society.

Dasuki. (1977). Sejarah Indramayu. Indramayu: Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Indramayu.

Dewi, H. I., & Anisa. (2009). Akulturasi Budaya Pada Perkembangan Kraton Kasepuhan. Prosiding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur, Dan Sipil), 55–66. Depok: Universitas Gunadarma.

Djafar, H. (2010). Kompleks Percandian Batujaya: Rekonstruksi Sejarah Kebudayaan Daerah Pantai Utara Jawa Barat. Bandung: Kiblat Buku Utama.

Graaf, H. J. de. (1987). Disintegrasi Mataram di Bawah Mangkurat I. Jakarta: Pustaka Grafitipers dan KITLV.

Hermana. (2012). Arsitektur Masjid Merah Panjunan Kota Cirebon. Patanjala, Vol. 4 (2), 151–167.

Indradjaja, A. (2020). Awal Pengaruh Hindu-Buddha di Pantai Utara Jawa Tengah. Purbawidya: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, Vol. 9 (1), 79–94. https://doi.org/10.24164/pw.v9i1.333

Istari, T. M. R. (2012). Penemuan Sebuah Candi Bata di Daerah Pantura Jawa Tengah. Berkala Arkeologi, Vol. 32 (1, 27–38.

Kramrisch, S. (1949). The Hindu Temple Vol. I. Calcutta: University of Calcutta.

Krom, N. J. (1915). Rapporten van de Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie (ROD) 1914. Uitgegeven door het Bataviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Batavia: Albrecht & Co.

Michrob, H. (1992). Temuan Perahu Kuno Tradisi Jawa Barat di Kabupaten Indramayu. Serang: Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Barat, DKI Jaya, dan Lampung.

Murdhihastomo, A., & Bauty, I. (2020). Konstruksi Sosial Masyarakat Terhadap Keramik Asing di Bangunan Masjid Panjunan, Cirebon. PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, Vol. 9 (1), 63–78. https://doi.org/10.24164/pw.v9i1.334

Pratama, H. R., & Priswanto, H. (2013). Sebuah Informasi Mutakhir Hasil Penelitian Thun 2013 di Situs Kedaton Pleret, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Berkala Arkeologi, Vol. 33 (2, 239–252.

Priswanto, H. (2012). Situs Candi Kayen: Data Baru Candi Berbahan Bata di Pantai Utara Jawa. In Irmayanti Meliono (Ed.), Prosiding The 4th International Conference on Indonesian Studies: “Unity, Diversity, and Future” (pp. 381–392). Sanur, Bali.

Priswanto, H. (2015). Hasil Penelitian Terbaru: Bentuk dan Karakter Situs Semarum. Berkala Arkeologi, Vol. 35 (2, 95–115.

Purwanti, R. (2014). Bata Bertanda di Candi 1 Bumiayu. Siddhayatra, Vo. 19 (1).

Rangkuti, N. (2012). Batas Kota Majapahit. In I. Adrisijanti (Ed.), Majapahit: Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota (pp. 4–21). Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta.

Saptono, N. (1994). Laporan Hasil Penelitian Arkeologi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bandung.

Saptono, N. (1995). Perkembangan Pemukiman di Daerah Indramayu. Berkala Arkeologi, Edisi Khus(Manusia Dalam Ruang: Studi Kawasan Dalam Arkeologi), 60–64.

Saptono, N. (2007). Struktur Bata di Situs Talun, Data Permukiman di Kawasan Subang. In S. Admosudiro (Ed.), Selisik Masa Lalu (pp. 17–26). Bandung: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Saptono, N. (2008). Situs Tamanan di Indramayu: Permasalahan dan Penanganannya. In Hari Untoro Drajat (Ed.), Kumpulan Makalah Pertemuan Ilmiah Arkeologi XI (pp. 352–358). Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Saptono, N. (2012). Peranan Anjing Pada Masyarakat Yang Bermukim di Sekitar Candi Bojongmenje Abad VIII-IX. In H. O. Untoro (Ed.), Arkeologi Ruang: Lintas Waktu Sejak Prasejarah Hingga Kolonial di Situs-situs Jawa Barat dan Lampung (pp. 93–112). Jatinangor: Alqaprint.

Saptono, N. (2013). Perubahan Budaya Masyarakat Pesisir Indramayu. In E. Saringendyanti & Y. I. Syarief (Eds.), Potensi Arkeologi dan Pemanfaatannya Untuk Masyarakat Luas. Prosiding Seminar Nasional Dalam Rangka 100 Tahun Purbakala (pp. 163–180). Jatinangor: Alqaprint.

Saptono, N., & Widyastuti, E. (2019). Situs-Situs Arkeologi Di Daerah Gegunung Sebagai Jejak Permukiman Awal Di Cirebon. Panalungtik, Vol. 2 (2), 109–126. https://doi.org/10.24164/pnk.v2i2.22

Sopandi, S. (2013). Sejarah Arsitektur: Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sumalyo, Y. (2005). Arsitektur Modern Akhir Abad XIX dan Abad XX (2nd ed.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Tim Penelitian. (2011). Persebaran Tinggalan Arkeologis di Indramayu. Jakarta.

Wirasanti, N., Haryono, T., & Sutikno. (2015). The Significance of Sacred Places from “The Triad” of Mendut Temple – Pawon Temple – Borobudurtemple : Perspective of Environmental Semiotic. Jurnal Bumi Lestari, Vol. 15 (1, 71–78.

Yarwood, D. (1986). Encyclopedia of Architecture. Great Britain: Fact File Publications.

Tumotowa

Published

2020-12-22

Issue

Section

Articles