Relief Burung Nuri di Candi Plaosan Lor, Jawa Tengah

Authors

  • Diyah Wara Restiyati The Owl World of Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24832/tmt.v4i1.82

Keywords:

Bayan Bird, Bayan Relief, Plaosan Lor Temple

Abstract

Bayan bird has become one of animal relief themes at Plaosan Lor Temple, Java Island. In this island, people keep the Bayan Bird as a pet although it is originally from Celebes, Moluccas and Papua as an endemic animal. At least three reasons explain why this bird can be found in Java Island, first, as a gift, second, as a commodity, and third as an imagination or illustration of relief sculptors. This research aimed at answering the reason in choosing this bird as a theme for the temple relief in addition to informing its latest existence as it is an endangered animal for being hunted while its habitat turned into farming, settlements, and etc.  The research applied the ethnoarcheological approach whose data were collected through interview and observation.

References

Burung.org. (n.d.). Daftar Burung Endemis.

Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, D. J. K. (2016). “Candi Indonesia Seri Jawa.” Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Forest Watch Indonesia. (2018). Angka Deforestasi sebagai “Alarm” memburuknya Hutan Indonesia.

Istari, T. M. R. (2013). Motif Hias pada Pelipit Candi. Berkala Arkeologi, 33(No.1), 67.

IUCN. (n.d.). www.iucn.org.

Keintjem, J. R. M. (2019). Model Penangkapan Nuri Talaud (Eos histrio talautensis) sebagai Satwa Endemik. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. (2011). Vademekum Benda Cagar Budaya.

Koestoro, L. P. (2014). Gajah Fauna Sumatera dalam Kisah Sejarah dan Arkeologi. Sangkhakala, 17, 83.

Latupapua, L. (2016). Jenis Dan Habitat Burung Paruh Bengkok Pada Hutan Wae Illie Taman Nasional Manusela. Agrologia, Vol. 5(No.2), Hal. 67-77.

Lelono, T. . H. (2016). “Relief Candi sebagai Media Efektif untuk Menyampaikan Informasi Moral-Didaktif pada Masa Jawa Kuna.” Berkala Arkeologi, Vol.36(Edisi No.1 Mei 2016).

Lombard, D. (1996). Nusa Jawa Silang Budaya 2 Jaringan Asia. PT Gramedia Pustaka Utama.

Munandar, A. A. (2018). Antarala Arkeologi Hindu-Buddha. Wedatama Widya Sastra.

Munandar, A. A. (2019). Kalpalata Data dan Interpretasi Arkeologi. Wedatama Widya Sastra.

Permana, R. C. E. (2017). Kamus Istilah Arkeologi Cagar Budaya.

Retno Sari, I. D. (2012). Kota Lama Semarang, Situs Sejarah yang Terpinggirkan. Berkala Arkeologi, 32(Edisi No.2), 195.

Rifai, M. A. (2017). Desawarna Saduran Kakawin Nagarakertagama untuk Bacaan Remaja. Komunitas Bambu.

Tanudirjo, D. A. (1987). Penerapan Etnoarkeologi di Indonesia.

Wallace, A. R. (2019). Kepulauan Nusantara Kisah Perjalanan, Kajian Manusia dan Alam. Komunitas Bambu.

Wibowo, D. D. (2014). Deformasi Motif Batik dari Relief Ornamen Burung Nuri pada Candi Plaosan. Suluh.

Tumotowa

Published

2021-06-30

Issue

Section

Articles